Konflik tersembunyi sering kali tidak mendapatkan perhatian yang pantas, meski dampaknya bisa sangat signifikan. Di belahan dunia yang berbeda, sejumlah perang dan ketegangan berkepanjangan mengakibatkan krisis kemanusiaan, pengungsian massal, dan perekonomian yang porak-poranda. Salah satu contoh nyata adalah konflik di Yaman, yang berlangsung sejak 2014. Perang ini melibatkan berbagai pihak, termasuk koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi melawan gerakan Houthi. Komplikasi geopolitik, intervensi asing, dan kepentingan sumber daya telah membuat konflik ini semakin memburuk.
Selanjutnya, tentu ada konflik di wilayah Afrika, khususnya di Republik Demokratik Kongo (DRC). Di DRC, ribuan orang tewas akibat ketegangan antara milisi lokal dan pasukan pemerintah. Sumber daya alam yang melimpah, seperti kobalt dan tembaga, menjadi alasan di balik perebutan kekuasaan yang berkepanjangan. Lebih dari tujuh juta orang terpaksa mengungsi, menciptakan krisis pengungsi yang parah.
Di Asia Tenggara, ketegangan di Myanmar antara umat Buddha dan Muslim Rohingya telah menjadi salah satu contoh konflik tersembunyi lainnya. Sejak 2017, banyak Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan. Situasi ini memperlihatkan kompleksitas isu etnis dan agama yang berlangsung selama bertahun-tahun, di mana banyak pihak berperan untuk menjaga status quo.
Ketegangan juga meresap ke wilayah Eropa Timur, terutama dengan adanya konflik di Ukraina. Meskipun perhatian global sangat besar terhadap konflik ini, banyak isu dari ketegangan di dalam negeri Ukraine masih kurang dieksplorasi. Ketergantungan Eropa pada energi dari Rusia telah memperburuk ekosistem politik, mengakibatkan keputusan strategis yang sulit bagi banyak negara anggota Uni Eropa.
Sementara itu, di Timur Tengah, konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina terus berlangsung dengan dampak yang signifikan, meskipun sering kali dibungkam oleh isu-isu lain. Ketidakstabilan ini juga merembet ke negara-negara tetangga, menciptakan siklus kekerasan yang sulit diputus. Perjuangan untuk hak-hak sipil dan pengakuan internasional bagi rakyat Palestina semakin mempersulit jalan menuju perdamaian.
Di negara-negara LatAm, seperti Venezuela, krisis politik dan ekonomi menyebabkan ketegangan. Banyak warga Venezuela yang terpaksa meninggalkan negara mereka karena kesulitan ekonomi yang ekstrem dan pemerintahan yang represif. Tentunya, situasi ini turut memengaruhi negara-negara tetangga dan menjadi beban sosial yang berat bagi masyarakat internasional.
Secara keseluruhan, konflik tersembunyi di berbagai belahan dunia memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. Pemahaman yang mendalam dan solusi yang berkelanjutan penting untuk mengurangi dampak negatif dari konflik ini. Setiap konflik memiliki akar dan konsekuensi yang berbeda, dan pendekatan satu ukuran tidak selalu cocok. Dialog inklusif dan kolaborasi internasional menjadi sangat krusial untuk meraih masa depan yang lebih stabil dan damai.